Selasa, 06 Maret 2012

PSSI Berkelit Lagi dari Surat FIFA


PSSI kembali memberikan keterangan soal polemik skuad timnas Indonesia saat laga putaran keempat kualifikasi Piala Dunia Grup E zona Asia melawan Bahrain, Rabu (29/2/12).
Dalam laga itu, PSSI membatasi skuad timnas hanya dari klub-klub peserta Liga Primer Indonesia (IPL), yang menjadi kompetisi resmi PSSI. Sementara pemain-pemain yang selama ini membela timnas tidak boleh dipilih karena merumput di Liga Super Indonesia (ISL), kompetisi yang telah dibekukan dan digantikan oleh IPL.
Menurut PSSI, kebijakan tersebut diambil karena merupakan amanat dari FIFA, sebagai induk organisasi sepak bola dunia.
Kualitas timnas pun menurun karena mayoritas pemain yang dibawa saat melawan Bahrain baru kali ini memperkuat timnas senior. Beberapa diantaranya bahkan belum pernah sekalipun mengenakan kostum Merah-Putih, baik di timnas junior maupun senior. Hasilnya, Indonesia dibantai Bahrain 0-10 dan mencatat kekalahan terbesar sepanjang sejarah.
PSSI mengakui sebelumnya FIFA telah mengirimkan surat agar PSSI mengirimkan pemain terbaiknya. Organisasi sepak bola nasional itu pun menegaskan bahwa yang mereka kirim adalah yang terbaik.
“FIFA meminta untuk mengirimkan tim terbaik. Tim terbaik ya yang kita kirim itu,” terang Bernhard Limbong, penanggung jawab timnas.
Polemik kian panjang karena penyerang klub ISL, Safee Sali, masih diizinkan membela timnas Malaysia.
“Kita juga melayangkan protes kenapa Safee Sali bisa main untuk timnas Malaysia tetapi kita tidak. PSSI tidak pernah melarang, tapi semuanya datang dari FIFA,” tandas Limbong.
Sementara itu, surat FIFA tertanggal 16 Februari 2012 menegaskan bahwa PSSI harus memainkan skuad yang sebelumnya sudah bermain di putaran kedua dan putaran ketiga, yang mayoritas diisi pemain ISL.
“Kami dengan ini meminta PSSI untuk mengirimkan kepada FIFA paling lambat Senin 20 Februari 2012, konfirmasi tertulis bahwa tim A (tim terbaik. red) perwakilan nasional Indonesia yang akan diturunkan di laga Bahrain 29 Februari 2012 hanya akan diisi oleh pemain-pemain yang sudah pernah tampil di laga sebelumnya putaran yang sama kualifikasi ini...”
Merujuk pada surat ini, maka ilegal bagi PSSI untuk menurunkan Hengky Ardiles, Samsidar, Taufik, Rendy Irwan dan yang lain dalam laga tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar