Sabtu, 28 Januari 2012

Bekas Pelatih Ajax Ingin Melatih Arema Indonesia

Bekas asisten pelatih Ajax Amsterdam  dan Barcelona, Gerard van der Lem, berminat melatih klub sepak bola Indonesia. Bahkan, riwayat hidup pelatih dari Belanda itu sudah diterima duo Arema Indonesia.

“Berkasnya kami terima Senin 23 Januari 2012 kemarin. Tapi kami sudah mengontrak pelatih baru sehingga berkasnya tidak bisa diproses,” kata Noor Ramadhan, juru bicara Arema Indonesia versi Liga Prima Indonesia (LPI), di kantornya, Malang, Kamis 26 Januari 2012.

Menurut Noor, berkas van der Lem diantar langsung oleh pasangan suami istri, Poppy M.J. Tan dan Frank M. Lakwijk, yang tinggal di Kota Malang. Poppy dan Frank adalah sahabat Gerard van der Lem.
Sebenarnya, riwayat karier Gerard van der Lem mengesankan tapi berkasnya diterima ketika manajemen Arema LPI sudah mengontrak pelatih berpaspor Serbia, Dejan Antonic.

Bekas pelatih tim nasional Hong Kong ini dikontrak untuk menggantikan Milomir Seslija alias Milo, pelatih dari Bosnia-Herzegovina, dan Abdulrahman Gurning. Milo dan Gurning tak akur akibat kemelut di tubuh manajemen Arema LPI.

Dalam salinan riwayat hidupnya, Gerard van der Lem pernah menjadi pemain sayap kiri selama 11 tahun di Belanda. Pria kelahiran Amsterdam, 15 November 1952, itu bermain di 298 pertandingan dengan mencetak 45 gol.

Karir kepelatihan dimulai dari 1984 hingga 1999 sebagai asisten pelatih. Ia pernah mendampingi Louis van Gaal di Ajax Amsterdam (1990-1997) dan Barcelona (1997-1998).

Setelah itu ia menjadi pelatih kepala di klub lokal AZ ’67 Alkmaar (1999-2001), Ajax Amsterdam (2001-2002), tim nasional Arab Saudi (2002-2004), klub Alsharjah, Uni Emirat Arab (2007-2008). Terakhir ia menjadi penasihat di klub Panathinaikos, Yunani (2008-2009) dan Kayserispor, Turki (2010-2011).

Poppy Tan mengaku ia dan suaminya, Frank, bukan agen pemain atau agen pelatih. Mereka punya usaha di Hong Kong dan Cina. Mereka di Indonesia untuk menghabiskan masa pensiun. Frank penggila sepak bola dan mengenal banyak pemain. Frank berteman dekat Gerard, yang saat ini Gerard sedang menganggur setelah pensiun dari Kayserispor.

“Dia tak begitu mengikuti persepakbolaan kita tapi dia sangat serius mau melatih di sini. Satu tahun terakhir dia break setelah menikahkan anaknya. Saat ini dia lagi tak ada pekerjaan dan kini dia rajin mengikuti perkembangan sepak bola di sini,” kata Poppy yang menghubungi Tempo.

Selain ke Arema LPI, profil Gerard juga ditawarkan ke Arema versi Liga Super Indonesia (LSI). Poppy dan Frank juga teman baik Iwan Kurniawan, bos PT Anugerah Citra Abadi, yang juga Pembina Yayasan Arema per 14 Juli 2011. Namun, manajemen Arema versi LSI tak sanggup merekrut Gerard karena ketiadaan anggaran.

“Kami juga teman baik Pak Iwan, tapi ternyata Arema LSI tak punya budget dan akhirnya mereka mungkin cari pelatih lokal. Tapi kalau mereka oke, dalam seminggu ini dia bisa ke Malang,” kata Poppy. Selain Gerard, Frank juga sempat mencari dua pelatih dari Belanda. Namun, kedua pelatih gagal dibawa ke Indonesia karena sudah terlanjur dikontrak klub di Eropa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar