Rabu, 08 Februari 2012

Indonesia akan Resmikan Social Sport School Real Madrid

Indonesia segera akan membuka Social Sport School (SSS) Real Madrid di bawah naungan Yayasan International Social Sport Development (ISSD). SSS rencananya akan diresmikan di tujuh kota Yogyakarta, Sidoarjo (Jawa Timur), Banda Aceh, Papua, Makassar, Samarinda dan Banjarmasin dan akan diresmikan secara ceremonial di Yogyakarta pada 3 Maret 2012 mendatang.
Ketua Yayasan ISSD Faisal mengharapkan agar Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi Mallarangeng berkenan hadir untuk meresmikan SSS Real Madrid tersebut.
"Peresmian dilaksanakan di Yogya, tapi secara otomatis seluruh sekolah sudah mulai aktif," kata Faisal saat melakukan audiensi kepada Menpora Andi Mallarangeng di kantor Kemenpora, Rabu (8/2/2012).
Ia mengatakan, SSS ini tidak berafiliasi secara langsung dengan Real Madrid camp di Spanyol, akan tetapi pihaknya memiliki jalur apabila terdapat pemain berbakat untuk berlatih di sana.
Faisal mengatakan, di masing-masing kota terdapat 100 peserta yang terdiri dari pria dan wanita dengan usia 6-17 tahun. "Tapi mayoritas yang kami prioritaskan adalah anak tidak mampu. Kalau diprosentasikan 60-40 bagi anak tak mampu," paparnya.
Ia juga menambahkan dibukanya SSS Real Madrid bukanlah murni sebuah sekolah sepak bola. Akan tetapi lebih kepada pendidikan mental, terutama korban bencana seperti Bencana Tsunami. Ditargetkan pada tahun 2016 nanti, SSS Real Madrid sudah menjangkau di 33 Propinsi di Indonesia.
Mendengar penyampaian Faisal, Andi Mallarangeng langsung mendukung kegiatan tersebut. Ia mengatakan banyaknya klub-klub luar negeri yang membuka sekolah sepak bola akan membuka peluang bagi pemain Indonesia berkiprah dikancah internasional, tak terkecuali SSS Real Madrid.
"Adanya mereka justru kesempatan bagi kita untuk memanfaatkan pola pembinaan mereka kepada pemain usia dini," terang Andi.
Bahkan nantinya, semakin banyak sekolah sepak bola klub luar negeri akan semakin bagus bagi pengembangan bakat pemain Indonesia. Menurutnya kegiatan kompetisi usia dini akan bertambah misalnya menggelar turnamen Champion of Champion.
"Di Indonesia kan sudah banyak turnamen seperti Liga Kompas Gramedia, Liga Top Skor, Liga Pendidikan Indonesia, AC Milan, Arsenal dan ini Real Madrid. Jadi, nanti kita adu para juara ini biar lebih bersemangat dan mencetak pemain-pemain handal," tuturnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar