Selasa, 14 Februari 2012

Boateng Bersinar Lagi Berkat Jauhi Dugem

Bookmark and Share  
MILAN - Setelah redup sinarnya di London, Inggris, Kevin Prince Boateng bersinar lagi bersama AC Milan di Italia. Itu terjadi setelah Boateng tak lagi menjadi tukang dugem. 
Setelah membela Hertha Berlin dari awal kariernya, Boateng hijrah ke Inggris setelah direkrut Tottenham Hotspur pada tahun 2007. Spurs saat itu tertarik dengan Boateng yang digadang-gadang sebagai pemain muda berbakat. Di Spurs, karier pemain internasional Ghana kelahiran Jerman tersebut justru meluncur turun. 
Sempat dipinjamkan ke Borussia Dortmund, ia akhirnya hijrah ke Portsmouth pada tahun 2009. Semusim di klub tersebut, nasib membawanya ke Milan. Di sinilah Boateng lantas bersinar lagi dan menjadi salah satu pemain andalan Rossoneri di lini tengah. "Tottenham tidak memberiku peluang (bermain) dan aku tidak fokus kepada pekerjaanku. 
Tapi masalah-masalah ini sudah membuatku menjadi pemain dan orang yang lebih baik," aku Boateng mengenang masa-masa sulitnya, seperti dikutip The Sun. Ia lantas menyebut, kegemarannya mengarungi dunia malam sama sekali tidak membantu usahanya dalam mendapatkan kesempatan bermain lebih besar. "Aku jadi pemurung karena aku jarang bermain dan aku terus-terusan dugem ke klub malam dan semua omong kosong itu," akunya terus terang. 
Pada prosesnya, ia mendapatkan pencerahan dan bertekad menjauhi dugem dan lebih memanfaatkan waktunya untuk berkonsentrasi kepada sepakbola. Itulah momen titik balik untuknya. "Itu seperti dalam film. Aku melihat cermin dan bilang, 'Apa yang kau inginkan? Mau keluar setiap malam dengan teman-temanmu? Lebih penting mana?' Aku menjawab, 'Aku ingin jadi pemain hebat'. 
Aku banyak melihat banyak pemain yang seperti bintang jatuh. Itu bisa saja diriku." "Seorang temanku adalah pemain berbakat di Hertha Berlin. Tapi suatu hari aku memesan pizza dan ia yang mengantarkannya. Aku tidak ingin diriku jadi seperti itu," paparnya. 
Di usia yang baru 24 tahun, Boateng juga selalu menegaskan kepada dirinya untuk tidak lekas berpuas diri karena rasa cepat puas itulah yang malah bisa menjerumuskannya seperti perjalanan karier rekannya yang kini jadi pengantar pizza.  
"Hal seperti itu bisa terjadi mungkin karena Anda berpikir, 'Aku sudah sukses, aku sekarang pemain hebat.' Aku juga pernah berpikir seperti itu. Wajar (memikirkannya) saat masih muda, tapi Anda harus tahu cara menanganinya," simpul Boateng bijak.

sumber : detiksport.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar