Rabu, 02 November 2011

Tim Garuda Muda Harus seperti Sapu Lidi

Ada tiga sosok yang dinilai akan memberikan peran lebih bagi kesuksesan tim nasional (timnas) U-23 Indonesia di ajang SEA Games XXVI/2011. Dua Asisten Pelatih Timnas Muda Merah Putih, yaitu Widodo Cahyono Putro dan Aji Santoso serta pelatih kiper Eddy Harto diyakini akan memberikan satu pengalaman berharga kepada pasukan muda Merah Putih. 


Ketiganya pernah mengantar Indonesia menjadi yang terbaik di Asia Tenggara dengan merebut emas. Mereka bahu-membahu mengibarkan Merah Putih di Filipina pada SEA Games Manila 1991. Berikut petikan wawancara khusus HATTRICK dengan Widodo C Putro.

Anda merupakan salah satu pilar saat timnas Indonesia meraih emas terakhir kali di SEA Games Manila 1991.Apa yang bisa Anda bagi untuk timnas U-23?

Terutama dari segi pengalaman. Itu yang bisa saya bagi untuk memotivasi. Dari segi taktik, sudah ada Coach Rahmad (Darmawan atau biasa disingkat RD) yang sepenuhnya meracik tim. Tapi, kami tetap sedikit memberi masukan untuk coach.

Masukan apa yang Anda berikan kepada RD... 

Kami punya pengalaman menghadapi lawan-lawan dengan kultur sepak bola Asia Tenggara. Selain itu bagaimana sikap pemain di kesehariannya.Yang penting, menurut saya, sebagai asisten adalah bagaimana menjaga keharmonisan mereka dalam satu tim.

Komunikasi seperti apa yang Anda bangun untuk membangun kedekatan dengan seluruh pemain... 

Saya sampaikan, jika pemain satu dengan yang lainnya harus saling terbuka. Paling tidak bicara apa kemauan mereka. Biasanya setelah latihan kami bertukar pikiran.

Hal spesifik seperti apa?

Misalnya, untuk penyerang, saya mau mereka main dengan bola-bola seperti apa. Mereka harus banyak berkomunikasi. Dengan begitu, di lapangan antarpemain sudah saling mengerti. Misalnya, pemain satu bergerak ke sini, sudah pasti dikasih. Jadi, saya harapkan mereka bisa menjalin komunikasi sampai sejauh itu.

Kedekatan pemain pada SEA Games Manila 1991 sudah sejauh itu... 

Iya dan memang seharusnya begitu. Semuanya akan jadi baik jika komunikasi antarpemain juga baik. Jangan sampai ada pemain yang ingin terlihat menonjol sendiri. Egois memang terkadang boleh, tapi juga ada kalanya mementingkan kerja sama tim.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar