Minggu, 27 November 2011

Permintaan Rahmad kepada PSSI

Pelatih tim nasional U-23, Rahmad Darmawan, meminta kepada para petinggi PSSI untuk tidak melakukan intervensi dalam menentukan pemain nasional. Menurut Rahmad, pelatih sejatinya harus diberi kewenangan yang luas dalam membentuk sebuah tim.

Pernyataan Rahmad disampaikan terkait kisruh dualisme kompetisi yang terjadi di PSSI. PSSI mengklaim hanya mengakui kompetisi Indonesia Premier League (IPL). Sementara itu, Indonesia Super League (ISL) dinilai ilegal. Ironinya, ada beberapa pemain dari timnas U-23 yang klubnya memutuskan berkompetisi di ISL.

"Seorang pelatih timnas senior harus diberi kewenangan luas untuk memanggil pemain. Pemain dipanggil berdasarkan kebutuhan tim," ungkap Rahmad Darmawan (RD).
Dengan adanya intervensi dalam pembentukan tim, kata RD, pelatih menjadi tidak menjalankan fungsi sebagaimana mestinya. "Bukan karena si A atau si B. Kalau intervensi itu terjadi, saya pikir fungsi pelatih tidak ada lagi. Ini suatu gambaran yang jelas," ujarnya.

RD mencontohkan bagaimana dia memilih pemain karena kebutuhan dan bukan melihat pemain dari asal klubnya. Hal itu dibuktikan saat membentuk timnas U-23. RD memanggil Irfan Bachdim, Kim Jeffrey, dan Andik Vermansyah yang klub-klubnya berkompetisi di IPL. Liga tersebut dinilai ilegal oleh kepengurusan PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin Halid.

"Artinya, saya ingin memberi kesempatan terbuka kepada masyarakat Indonesia bahwa ini pemain yang sedang diseleksi untuk menjadi pemain nasional. Itu gambaran-gambarannya. Mudah-mudahan didengar oleh petinggi-pentinggi yang mengurusi sepak bola Indonesia," beber pelatih yang pernah membesut Persija Jakarta itu.

Oleh karena itu, RD berharap pengurus PSSI saat ini tidak melakukan intervensi karena akan merugikan pemain dan pelatih. "Saya juga hands up (menyerah) kalau itu terjadi karena atmosfer yang kurang bagus," ungkapnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar