Sabtu, 12 November 2011

Gagal Lolos, Nasib Wim Diputus Usai PPD

Tim nasional (timnas) senior Indonesia dipastikan gagal lolos ke babak pra kualifikasi final Piala Dunia 2014 yang digelar di Brazil. Empat kali bertanding, tim Indonesia bermain tanpa raihan poin dan berada di dasar klasemen Grup E Zona Asia. Nasib pelatih timnas senior, Wim Rijsbergen pun kini terancam.
    
Kendati sudah pasti tidak akan lolos, Wim mengaku tetap optimistis Bambang Pamungkas dan kawan-kawan akan memeragakan permainan menarik saat menjamu Iran di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Selasa (15/11) yang disiarkan secara langsung oleh SCTV, pukul 17:30 WIB.

Bernhard Limbong, penanggung jawab tim nasional Indonesia, menilai kekalahan timnas senior atas Qatar dalam pertandingan, Jumat (11/11) tak terlepas dari beberapa faktor teknis yang dihadapi Indonesia sebelum pertandingan.

Seperti absennya Ricardo Salampesy, tidak bisa dimainkannya dua pemain naturalisasi, Greg Nwekolo dan Viktor Igbonefo, tidak fitnya bomber andalan Cristian Gonzalez untuk dimainkan jadi penyebab berubahnya kondisi tim dan memiliki pengaruh besar terhadap performa timnas.

”Kekalahan itu itu adalah akumulasi dari semua kendala tersebut. Pelatih Wim Rijsbergen sendiri akhirnya tidak bisa menerapkan skenario yang sebenarnya sudah dirancang saat masih latihan di tanah air,” ujar Bernhard Limbong, Sabtu (12/11).

Menyangkut pemanggilan beberapa pemain veteran, Limbong memiliki alasan tersendiri. ”Sangat sulit bagi pelatih untuk menyertakan pemain-pemain muda karena kondisinya saat ini pemain junior sedang terkonsentrasi di SEA Games,” jelasnya.

PSSI, menurut Limbong, tak akan buru-buru mendepak pelatih berkebangsaan Belanda tersebut. Evaluasi timnas senior akan dilakukan setelah semua pertandingan PPD usai. ”Evaluasi sih ada tapi nanti akan kami lakukan secara total setelah semua pertandingan kualifikasi Piala Dunia selesai,” tandasnya.

Seperti diketahui, timnas Indonesia sama sekali tak mengantongi poin. Sejak matchday pertama, Garuda senior dibantai Iran 3-0, kemudian berlanjut disikat 0-2 Bahrain pada matchday kedua di Gelora Bung Karno, Jakarta. Belum sempat luka kedua terobati, pasukan Garuda kembali menelan kekalahan atas Qatar 2-3 juga di kandang sendiri. Luka Garuda semakin menganga setelah pada laga keempat diluluhlantakan dengan skor 4-0 oleh Qatar yang berlangsung di Stadion Jassim Bin Hamad, Doha, Qatar. Empat gol bersarang digawang yang dikawal kiper gaek Hendro Kartiko, kemarin, membuat jala Indonesia total kebobolan 12 gol.

Tak ayal, Ahmad Bustomi dkk belum memetik angka dari empat laga yang dijalani. Dengan dua laga tersisa, Indonesia mustahil mengejar dua peringkat teratas untuk melangkah ke fase berikutnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar