Sabtu, 05 November 2011

Timnas U-19 Waspadai Australia

Tim nasional Indonesia U-19 sangat mewaspadai Australia pada lanjutan laga penyisihan Grup G kualifikasi Piala Asia U-19 yang digelar di Stadion Petaling Jaya, Selangor, Malaysia, Ahad 6 November 2011.

Asisten Manajer Timnas U-19 Indonesia, Eddi Elison, Jumat 4 November 2011, mengatakan bagi tim Merah Putih, Australia memang sangat berbahaya karena pada laga hari ini terbukti membuat babak belur Makau 11-0. Para pemain Negeri Kanguru itu secara fisik juga lebih unggul dari Indonesia.

Untuk menghadapi berbahayanya Australia, pelatih Indonesia asal Uruguay Cesar Manuel Payovich Perez sudah mengantisipasi dengan sangat mencermati pola permainan calon lawannya itu.

Cesar mencatat bahwa Australia menurunkan pemain-pemain yang berbeda saat laga pertama melawan Singapura dan ketika melawan Makau kemarin. Pada pertandingan melawan Singapura, Australia hanya menang tipis 1-0. Namun saat menghadapi Makau, Australia menang besar.

"Nah saat menghadapi kita tanggal 6 besok, kemungkinan besar pelatih Australia asal Belanda akan mengkombinasikan susunan pemainnya," kata Eddi. "Artinya, sebagian yang diturunkan yaitu pemain yang saat laga melawan Singapura, dan sebagian lainnya yang ketika pertandingan melawan Makau."

Dengan sudah mendeteksi ancaman Australia itu, Eddi berharap para pemain tim Garuda Muda bisa lebih siap menghadapi lawannya tersebut. "Indonesia tetap akan menggunakan pola 4-4-2 yang divariasikan sedemikian rupa sehingga bisa beradu cepat. Ini agar bisa mengimbangi keunggulan pemain-pemain Australia," ujar Eddi.

Eddi melanjutkan mengingat beratnya laga melawan Australia, Indonesia hanya memasang target realistis, yaitu bisa menahan seri. Hal ini sama seperti ketika melawan Cina, timnas Indonesia berhasil menahan imbang. “Seluruh pemain kita dalam kondisi baik dan sehat. Mereka pagi latihan fisik dan sorenya lebih ke taktik,” kata Eddi sembari menyebutkan bahwa Abdul Rahman Lestaluhu tetap akan menjadi andalan untuk mencuri poin.

Bila Indonesia berhasil menahan Australia dan sukses mengalahkan Singapura pada laga berikutnya, maka peluang tim Garuda Muda untuk lolos ke babak berikutnya lebih terbuka lebar karena berarti memenangi dua pertandingan dan dua kali menahan imbang. “Pertandingan terakhir nanti, Australia dan Cina akan saling bunuh,” ujar Eddi. 

Posisi klasemen Grup G saat ini, Australia menempati posisi teratas dengan enam poin. Cina di posisi kedua dengan empat poin, Indonesia di peringkat ketiga dengan nilai empat. Adapun Singapura dan Makau berada di urutan keempat dan kelima dengan satu poin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar