Minggu, 06 November 2011

Timnas Indonesia U-19 Dilibas Australia

Harapan tim nasional sepak bola Indonesia U-19 untuk lolos kualifikasi Grup G pada Kejuaraan Asia semakin menipis setelah pada Minggu (6/11) siang dikalahkan oleh Timnas Australia dengan skor 1-4 di Kuala Lumpur, Malaysia. 

Posisi ini terbilang sulit karena pada pertandingan terakhir akan berhadapan dengan Singapura, sedangkan Australia akan bertemu dengan China, yang keduanya memiliki angka lebih baik dan tinggal mencari hasil seri saja untuk lolos dari babak kualifikasi kejuaraan Asia. 

Pada babak pertama, tim Indonesia digasak tiga gol tanpa balas oleh anak-anak muda negeri kanguru ini pada menit dua dan tujuh oleh Jamie Maclaren (satu lewat tendangan penalti) dan Terry Antonis (menit 36). 

Pada babak kedua, pemain junior Indonesia berusaha tampil lebih berani dan memberikan tekanan kepada tim lawan. Namun usaha itu belum berhasil menembus gawang lawan, bahkan pada menit 66, gawang Indonesia kembali kebobolan. Lagi-lagi oleh pemain bernomor punggung 7, Jamie Maclaren. 

Pada babak kedua itu, usaha keras anak-anak muda harapan bangsa ini memberikan hasil yakni dapat mencetak gol pada menit 76 melalui tendangan penalti oleh Abdul Rahman Lestaluhu. 

Secara keseluruhan pada babak kedua, timnas Indonesia tampil lebih baik dan disiplin menjaga pertahanan. Asisten Tim Manajer U-19 Indonesia Eddi Elison mengatakan para pemain sudah berusaha tampil sebaik-baiknya, namun pada babak pertama mereka sepertinya panik setelah terjadinya gol oleh lawan yang terlalu cepat. "Kiper sepertinya panik karena gawangnya kebobolan dalam menit-menit awal yaitu menit dua dan tujuh," kata Eddi. 

Namun, lanjut dia, pada babak kedua, para pemain dapat bermain tenang dan mampu tampil taktis sehingga beberapa kali menyulitkan pertahanan lawan. 

Menurut dia, harus diakui, timnas Indonesia kalah kelas dari Australia karena sebagian besar pemain mereka merupakan pemain liga utama di Inggris, bahkan dua diantaranya telah tampil dalam kejuaraan dunia U-17. 

"Secara fisik mereka juga unggul dan usianya pun rata-rata 18 tahun, sedangkan timnas Indonesia rata-rata usia 17 tahun, bahkan ada yang berusia 15 tahun," ungkapnya. 

Ketika ditanyakan kembali soal peluang timnas Indonesia untuk  lolos, ia berpendapat sangat tipis karena tergantung hasil pertandingan lawan. "Apalagi selisih gol yang dimiliki Indonesia dengan pesaing utama, China dan Australia cukup banyak. Tipis peluangnya," kata dia. 

Namun demikian, lanjut dia, dalam pertandingan terakhir dengan Singapura, tentunya timnas Indonesia akan menampilkan permainan terbaik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar