Sabtu, 05 November 2011

Mantan Pemain Sayangkan Keputusan Persib Pilih IPL


Mantan pemain Persib Bandung, Yusuf Bachtiar, menyayangkan keputusan klub tersebut memilih berkompetisi di Indonesian Premier League (IPL).
Yusuf berharap PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) membicarakan masalah ini dengna pelaku sejarah Maung Bandung sebelum mengambil keputusan.
”PT PBB itu hanya sebagai pengelola. Lalu kenapa dalam mengambil keputusan itu tidak melibatkan mereka yang secara historis sudah membesarkan Persib,” ungkap mantan pemain yang pernah membawa Persib Bandung juara Liga Indonesia I 1994-1995 tersebut kepada INILAH.COM, Kamis (3/11/2011).
Yusuf mengingatkan pentingnya pertimbangan matang seputar kompetisi yang akan diikuti karena apa yang diputuskan sekarang akan berimbas ke masa depan klub kebanggaan masyarakat Bandung itu.
”Sikap ini bukan masalah Persib akan main di kompetisi apa? lebih jauh ini menyangkut status Persib,” tandasnya.
PT PBB melalui juru bicaranya Kuswara S Taryono menegaskan, Persib mengikuti IPL setelah mempertimbangkan aspek legalitasnya
”Oke, kalau PT PBB sudah mengkaji bahwa IPL itu dinyatakan legal, tapi kalau ternyata ke depannya kompetisi yang legal itu LSI (Liga Super Indonesia), mau bagaimana Persib?” imbuh Yusuf.
Menyikapi itu, Yusuf mengatakan, bersama para mantan pemain dan pengelola klub SSB serta orang-orang yang memiliki histori dengan Persib, secepatnya akan menggelar pertemuan membahas keputussan PT PBB tersebut.
Kebijakan PSSI menghentikan kompetisi LSI dan mencabut mandat pengelolaan kompetisi dari PT Liga Indonesia, untuk kemudian membentuk PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dengan kompetisi baru bernama IPL menimbulkan polemik.
Sejumlah klub besar seperti Persipura Jayapura dan Sriwijaya FC menolak berkompetisi di IPL karena menilai pembentukan PT LPIS dan IPL melanggar keputusan kongres, yang merupakan badan tertinggi PSSI, Januari lalu.
Menurut pihak yang menentang IPL, kongres Januari lalu jelas menetapkan bahwa PT Liga dan LSI adalah pengelola dan kompetisi PSSI musim ini. Mereka juga keberatan dengan keputusan PSSI menambahkan enam klub ke kasta teratas kompetisi tanpa pertimbangan teknis dan azas fairplay.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar