Sabtu, 05 November 2011

Kubu 14: Menpora Seharusnya Tidak Memihak

Kubu 14 pendukung digulirnya Indonesia Super Liga, menyesalkan sikap Menpora Andi Alfian Mallarangeng yang tidak merestui kompetisi tandingan di luar Liga Profesional bentukan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia.

“Kami menyesali ini, seharusnya Menpora bersikap seperti yang dilakukan saat beliau menyetujui Liga Primer Indonesia. Kami adalah klub anggota PSSI dan berpatokan pada aturan dan statuta,” kata Agus Santoso, Asisten Manager Persiwa Wamena, Jumat 4 November 2011.

Wakil kubu 14 itu mengatakan, seharusnya Menpora bersikap netral dan memerintahkan PSSI untuk memanggil klub-klub ISL. “Ya itu, seharusnya kita dipanggil untuk berbicara dan mencari solusi dari kekisruhan ini, bukan malah merestui liga dari PSSI,” ujarnya.

Santoso menegaskan, klub ISL tetap berkomitmen menggelar kompetisi Desember mendatang. “Kami mempertanyakan sikap Menpora. Sekali lagi, kami klub anggota PSSI tidak ingin PSSI menabrak statuta, kami sudah capek sikap PSSI yang selalu melanggar aturan dan statuta,” katanya lagi.

Menpora Andi Alfian Mallarangeng mengungkapkan tidak mendukung liga tandingan ketika menerima ketua umum PSSI Djohar Arifin Husein dan ketua komite pembinaan usia muda Bob Hippy, Kamis 3 November 2011 kemarin.

Menurut Andi dalam rilis yang dikeluarkan komite media PSSI, kepengurusan pimpinan Djohar harus diberikan kesempatan untuk menjalankan roda organisasi. “Pemerintah jangan pilih kasih, kami meminta Menpora harus memfasilitasi agar kekisruhan ini segera selesai,” kata Santoso.

Pekan kemarin, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin, Koordinator Tim Nasional Bob Hippy, dan Direktur Kompetisi PSSI, Sihar Sitorus, juga bertemu dengan Sekretaris Jenderal AFC, Alex Soosay, di Kuala Lumpur, Senin 31 Oktober 2011. Dalam pertemuan itu, AFC berpendapat kompetisi ISL illegal karena penyelenggaraan pertandingannya tidak sesuai program PSSI juga melanggar statuta PSSI dan statuta Federation Internasinale de Football Accosiation (FIFA). 

“Ya terserah saja, pernyataan ini tetap kita ragukan. Selalu PSSI mengatasnamakan AFC. PT LI akan bertemu PSSI perihal kompetisi ISL dan juga akan melaporkan ke AFC dan FIFA,” tegasnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar