Senin, 16 April 2012

Bos Liga Inggris Sindir Liga Indonesia


CEO Liga Premier Inggris, Richard Scudamore, membeberkan rahasia kenapa Liga Premier Inggris menjadi salah satu liga paling sukses di dunia. "Kami (penyelenggara kompetisi) hanya membuat petunjuk, aturan, dan kebijakan. Tapi klub-klublah yang bekerja keras mewujudkan ini," katanya di sela kunjungannya ke SDN 02 Cideng, Jakarta Pusat, Kamis (12/4). "Mereka (klub-klub) bersatu dan sangat suportif."

Scudamore menilai mustahil menggulirkan kompetisi sepakbola tanpa dukungan penuh dari klub-klub pesertanya. Di Inggris, kata dia, klub-klub bekerja sangat profesional. Mereka mengelola bisnis sendiri, mengatur penonton di stadion, dan sangat cekatan dalam mengatasi berbagai situasi. "Saya memiliki 20 klub yang sangat mendukung," katanya.

Nasihat Scudamore seolah tepat menembus jantung persoalan kompetisi di Indonesia yang saat ini terbelah dua, antara Liga Prima Indonesia dan Liga Super Indonesia. PSS) sebelumnya hanya mengakui Liga Prima Indonesia sebagai kompetisi resmi. Namun belakangan PSSI juga menjadikan Liga Super Indonesia sebagai kompetisi resmi. Persoalannya, meski kompetisi Liga Super telah diakui secara resmi, klub-klub yang bermain di kompetisi tersebut tetap enggan bergabung dengan PSSI.

Selain dukungan dari klub-klub peserta kompetisi, Scudamore juga menilai faktor lain kesuksesan Liga Prima Inggris karena adanya stuktur sepakbola yang solid. Sikap kompromi dan saling kerja sama juga menjadi tali pengikat yang kuat antarklub untuk tetap bersatu. "Kamu harus memiliki struktur sepakbola yang solid," katanya.

Sementara itu wacana memunculkan duet George Toisutta dan Arifin Panigoro memimpin PSSI kembali digulirkan menyusul ancaman FIFA menjatuhkan sanksi berupa pembentukan komite normalisasi untuk kembali memilih pengurus PSSI.

Deputi Sekretaris Jenderal PSSI Bidang Kompetisi, Saleh Ismail Mukadar, mengatakan FIFA saat ini telah memberikan batas waktu hingga 15 Juni bagi PSSI untuk segera menyatukan dualisme kompetisi. Jika tak membuahkan hasil, sanksi yang akan diberikan kemungkinan ada dua macam. "Pertama sanksi kepada federasi, itu artinya nanti akan dibentuk komisi normalisasi dan kita akan ajukan lagi Pak George dan Pak Arifin Panigoro," kata Saleh, Kamis (12/4).

Selain itu, sanksi dari FIFA bisa jadi akan diberikan kepada negara dalam hal ini melarang tim nasional berlaga di seluruh kompetisi internasional. Untuk sanksi pertama, PSSI pimpinan Djohar Arifin Husein, kata Saleh, sudah siap dan tetap akan mengajukan dua nama yang akan dijadikan calon ketua umum. Sedangkan jika sanksi yang dijatuhkan adalah sanksi bagi negara, PSSI tetap bisa berjalan dengan melakukan pembinaan internal sambil menunggu langkah pemerintah untuk segera menyelesaikan dualisme kompetisi dan dualisme kepemimpinan PSSI.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar