Jumat, 02 Desember 2011

Djohar : Reformasi Timnas Sudah Dilakukan

Selama lima bulan kepengurusan PSSI yang baru, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, mengatakan bahwa sudah ada perubahan positif yang terjadi, yaitu terkait manajemen tim nasional.

Sepak bola nasional belakangan ini terus dipenuhi kisruh dualisme liga profesional, Indonesia Primer League (IPL) yang diadakan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), dan Indonesia Super League (ISL) yang diusung PT Liga Indonesia (LI).

Kisruh itu membuat kinerja PSSI dinilai beberapa pihak tidak beres dalam mengurusi permasalahan sepak bola di tanah air, di mana banyak klub anggota PSSI yang akhirnya memilih berlaga di ISL daripada IPL yang sebenarnya adalah liga yang berada di bawah naungan PSSI.

Namun, Djohar Arifin selaku Ketua Umum PSSI merasa yakin bahwa kepengurusannya juga telah berhasil membawa perubahan ke arah yang lebih baik dalam dunia sepak bola Indonesia, terutama pada manajemen tim nasional.

"Mungkin tidak ada yang menyadari adanya perubahan dalam timnas kita. Manajemen timnas sekarang sudah direformasi. Kita tidak lagi menggunakan manajemen 'bos', di mana selama ini manajer ikut mengatur tim hingga susunannya," ungkap Djohar di kantor PSSI, Jumat (2/12).

"Manajemen tertinggi timnas kita sekarang adalah head coach. Dia adalah bosnya. Kita serahkan 100 persen keputusan kepadanyan baik dari mencari pemain, mengatur strategi, hingga susunan pemain. Ini reformasi yg kita lakukan dalam timnas kita," lanjutnya.

Namun, keberadaan seorang manajer diakui Ketua Umum PSSI tetap ada, di mana manajer akan mengatur semua kebutuhan tim di luar lapangan.
"Manajer tetap ada, tetapi bukan mengatur, hanya sebagai walking manajer. Dia bukan bos, tetapi justru menjadi pelayan yang bertugas menyiapkan dan melayani apa yang dibutuhkan tim, seperti makan, obat-obatan, transportasi, hotel, dan keperluan lainnya, semua itu tugas dari walking manajer" ujarnya.

Djohar juga yakin hasil reformasi dalam manajemen timnas itu sudah terlihat saat tim nasional U-23 berhasil mencapai babak final di SEA Games ke-26 pertengahan November lalu.

"Hasilnya kita lihat di Sea Games. Hanya tiga bulan persiapan tim, di mana 24 Juli masih 50 orang, namun dengan hanya tiga bulan tim kita berhasil sampai ke babak final. Ini sebuah prestasi yang luar biasa," ungkapnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar