Rabu, 14 Desember 2011

Inilah Alasan Mundur RD Dari Timnas

Keputusan mundur Rahmad Darmawan dari jabatan pelatih Tim Nasional Indonsia U-23 menimbulkan spekulasi beragam dari sejumlah pihak. Pasalnya, meski gagal meraih target merebut medali emas SEA Games 2011 lalu, sosok pelatih yang akrab disapa RD tersebut masih dipercaya oleh PSSI untuk memimpin skuad Garuda Muda. 

Kegagalan RD juga tidak mengundang cibiran atau cemoohan dari suporter Indonesia. Bahkan masyarakat menilai sosok RD telah mampu mengangkat permainan skuad timnas Indonesia menjadi lebih baik. Bahkan sebagian pihak menilai RD layak untuk memimpin timnas Senior.

Dalam wawancara khusus dengan VIVAnews, Rabu, 14 Desember 2011, RD membeberkan secara gamblang alasannya mundur dari pelatih tim nasional. Selain karena gagal meraih medali emas SEA Games 2011, RD juga mengaku kebijakan PSSI melarang merekrut pemain ISL ke dalam skuad timnas.

"Gagal meraih medali emas (SEA Games 2011) yang sangat diharapkan memang memiliki dampak besar. Usai kalah di final, saya sebenarnya dalam 1 hingga 2 hari sudah mau membuat keputusan mundur. Tapi itu saya urungkan," ujarnya.

Keinginannya mundur menguat kala dirinya dipercaya menangani Timnas Selection untuk menghadapai klub Amerika Serikat, LA Galaxi. Pasalnya, PSSI sempat melarang dirinya untuk merekrut pemain ISL ke dalam skuad Timnas -- meski kemudian Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin menganulir larangan tersebut.

"Saya sempat kembali ingin mundur, karena tidak boleh  panggil pemain dari salah satu kompetisi (untuk menghadapi LA Galaxi) oleh PSSI. Kalau seperti ini situasinya, saya menyerah. Tapi akhirnya Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin mempersilahkan saya mengambil pemain terbaik dari mana saja," paparnya.

Pengalaman tersebut menjadikan ganjalan tersendiri bagi sosok RD. Apalagi tidak lama berselang, Djohar Arifin malah menegaskan jika pemain ISL tidak boleh memperkuat timnas, mengacu kepada Statuta FIFA. Hal tersebutlah yang memperkuat RD untuk mengakhiri kerjasamanya bersama Garuda Muda.

"Karena saya selalu memegang ucapan beliau (Djohar Arifin) saat saya pertamakali menangani skuad SEA Games. Bahwa setiap warga negara berhak dan mempunyai kesempatan yang sama untuk membela negara. Oleh karenanya, saat itu saya panggil pemain IPL yang dulu dilarang PSSI, seperti Bachdim dan Kim," tambahnya.

"Tapi kemudian keluar statemen dari Ketua Umum PSSI jika pemain kompetisi tertentu tidak dapat bergabung ke timnas. Dengan perkembangan ini, maka saya berpegang dengan komitmen yang pernah saya ucapkan usai Final SEA Games 2011,". 

"Bahwa pelatih harus diberi kewenangan mutlak untuk bisa menjalankan tugas memilih pemain yang terbaik tanpa lihat dari mana pemain itu berasal. Kalau larangan itu terjadi, maka pelatih tidak akan dapat melakukan tugas dengan maksimal. Dan kalau terjadi, saya akan menolak dan mundur dari pelatih timnas,".

Mantan pelatih Persija tersebut sebenarnya mencoba untuk meminta penjelasan langsung kepada pengurus PSSI terkait pertimbangan yang mendasari larangan tersebut. Namun sayangnya dalam pertemuan di Jenggala (rumah Arifin Panigoro), tidak menghasilkan jawaban yang memuaskan bagi RD.

"Saya coba memanfaatkan pertemuan di Jenggala untuk bertanya. Tapi tidak ada jawaban yang kongkret dari pengurus, semua jawaban mengambang. Mereka lebih sering bicara program jangka panjang," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar