Jumat, 09 Desember 2011

Pemain Klub ISL Dipastikan Tidak Bisa Perkuat Tim Nasional Negaranya

Pemain tim nasional, baik Indonesia maupun negara lain yang membela klub-klub peserta Liga Super Indonesia (LSI) 2011/12, dipastikan tidak akan bisa memperkuat tim nasional negaranya.
Hal itu ditegaskan Ketua PSSI Djohar Arifin Husin kepada wartawan usai penyerahan secara simbolis sharing revenue (bantuan uang pembinaan) kepada klub-klub divisi utama PSSI di Hotel Kartika Chandra Jakarta, Kamis (8/12) malam.
Seperti diketahui, klub Divisi Utama PSSI akan menggelar kompetisi mulai 10 Desember mendatang di Stadion Jatidiri Semarang. Pada kick-off divisi utama, akan menyuguhkan laga pembuka tim PSIS Semarang versus Persik Kediri.
Saat pembagian sharing revenue, sebanyak 26 klub yang hadir. Padahal, bidang kompetisi PSSI mengundang 36 klub anggota divisi utama. Menurut Djohar Arifin, klub yang tidak datang sudah memberi komfirmasi keikutsertaannya di Liga Divisi Utama, walau demikian PSSI tetap menunggu kepastian sebelum kick-off.
Ditanya mengenai kompetisi Liga Super Indonesia, Djohar mengatakan, PSSI tidak mengenal kegiatan di luar PSSI. “Hanya satu kompetisi di Indonesia, apalagi PT Liga Indonesia selaku penyelenggara LSI, sudah dicabut kewenangannya, dan tidak berhak lagi melaksanakan kompetisi. Bahkan, Menkumham juga sudah mengeluarkan sura bahwa saham PSSI di PT Liga sebesar 99 persen, dan When I am 64 sebanyak 1 persen.
“Sangat ironis sekali ada orang yang menggunakan PT Liga Indonesia yang tidak sah, ini sangat membahayakan buat orang tersebut (Djoko selalu CEO PT Liga), bahkan FIFA baru-baru ini menegakan PSSI hanya mengakui kompetisi yang dinaunginya, hal itu diatur dalam pasal 3 ayat 4,” kata Djohar Arifin.
PSSI, kata Djohar, ingin semua pemain bisa tampil membela Timnas Indonesia. Tapi, FIFA mengingatkan bahwa pemain yang tampil di luar kompetisi resmi sesuai pasal 15 Statuta PSSI, resikonya tidak akan bisa bermain dalam skuad timnas. Hal itu juga diatur dalam pasal 16 mengenai skorsing, dan FIFA pada pasal 16.
“Ini bukan kemauan PSSI sendiri, FIFA lah yang sudah mengatur itu semua. Sebetulnya kita mau semua pemain bisa masuk timnas, tapi ketentuan statuta FIFA sangat jelas mengatur itu,” tegas Djohar Arifn Husin.
Tak hanya pemain Indonesia, pemain nasional lainnya seperti Safee Sali dari Malaysia yang kini bermain untuk klub Pelita Jaya. Karena Pelita Jaya bermain di kompetisi yang tidak direstui PSSI, maka Safee Sali juga dipastikan tak akan bisa memperkuat negaranya dalam berbagai pertandingan internasional. “Termasuk pemain asing lainnya yang bermain di kompetisi liga ilegal, juga tidak bisa membela negeranya,” kata Djohar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar