Selasa, 13 Desember 2011

Persipura Disarankan Main di Liga Australia

Mantan Kapten Persipura era tahun 90-an, Fernado Fairyo, menyarankan tim Persipura Jayapura mengikuti kompetisi di Liga Australia. Saran itu menyusul status ilegal Liga Super Indonesia (LSI) yang ditetapkan PSSI serta dijegalnya tim Mutiara Hitam itu untuk tampil di Liga Champions Asia (LCA) 2012.

“Liga Australia lebih berbobot dan teratur dibanding kompetisi yang diselenggarakan PSSI. Apalagi PSSI telah melukai Persipura dan semua masyarakat Papua. Untuk apa bertahan di kompetisi Liga Indonesia jika kami sudah dibuat seperti ini. Jadi lebih baik Persipura yang memiliki kualitas pemain lokal asli Papua yang tak kalah dengan pemain asing lainnya mengikuti kompetisi di Liga Australia saja,” katanya, Senin, 12 Desember 2011.

Fairyo mempertanyakan alasan PSSI menjegal keikutsertaan Persipura di LCA 2012 mendatang. Padahal, katanya, hingga saat ini status Persipura masih tetap anggota PSSI dan belum ada keputusan resmi yang menyebutkan Persipura dicoret dari keanggotaan PSSI.

“PSSI tidak punya alasan menjegal langkah Persipura bermain di LCA. Persipura adalah juara kompetisi LSI musim lalu dan berhak mengikuti LCA,” katanya.

Jika alasan PSSI hanya karena Persipura tak bermain di kompetisi Liga Prima Indonesia (LPI) yang digelar PSSI, kata Fairyo, hal itu jelas terlalu mengada-ada. “Sebab LSI hanya ilegal bagi PSSI, tapi tidak untuk AFC. Jadi jika hanya karena alasan itu, sangat tak masuk akal. AFC sendiri mengesahkan dan mengakui kompetisi LSI. Hanya PSSI yang menganggapnya ilegal,” katanya.

Kecaman terhadap PSSI juga datang dari Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi Papua, Yusak Andato. “Jangan hanya akibat persoalan internal PSSI membuat Persipura jadi korban. Perlu diketahui, tim Persipura tampil di AFC juga membawa nama Indonesia dan nama PSSI sebagai induk organisasi olahraga sepak bola di Indonesia. Seharusnya PSSI membantu Persipura, bukannya membuat Persipura tak bisa tampil di piala AFC,” katanya, Senin.

Yusak berjanji pihaknya akan menggalang semua organisasi kepemudaan di Papua, bahkan kelompok paguyuban di Papua yang mendukung Persipura untuk membuat pernyataan sikap tak setuju ke PSSI atas perlakuannya ke Persipura. “Tim Persipura bukan tim yang lahir karbitan, tapi tim sepak bola yang berkualitas. Ini terbukti telah juara tiga kali di kompetisi Liga Indonesia dan beberapa kompetisi lainnya,” katanya. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar