Sabtu, 29 Oktober 2011

Wilhelmin Frazier: Kompetisi ISL & IPL Bisa Tetap Berjalan

Saat pertama kali Liga Primer Indonesia (LPI) hendak bergulir ada banyak tentangan terutama datang dari PSSI era Nurdin Halid karena dianggap ilegal. Meski ditentang, kompetisi tetap berjalan.

Kini, muncul perdebatan hangat. Pihak PSSI di bawah komando Djohar Arifin Husein memilih kompetisi Liga Prima Indonesia (LPI). Namun, kompetisi ini mendapatkan tentangan dari Kelompok 14, yang kemudian akan menghidupkan kembali Superliga Indonesia (ISL) di bawah kendali PT. Liga Indonesia.



“Saya kira PSSI harus berani mencari jalan tengah terbaik dengan memberikan peluang kepada dua perusahaan pengelola kompetisi untuk tetap bergulir. Baik ISL yang sudah tiga tahun dan juga LPI yang baru berkompetisi selama setengah tahun atau hanya enam bulan,” tutur
Wilhelmin Frazier, manajer Paradise FC, klub Divisi Utama Persidafon kepada GOAL.com Indonesia di Jayapura Jumat(28/10).

Dia menambahkan, mestinya PSSI harus senang karena ada dua kompetisi di dalam sepakbola Indonesia. Menurutnya, hal itu akan membawa dampak positif bagi kemajuan sepakbola dalam pembinaan dan penyaluran pemain berbakat.

“Kalau hanya berharap pada satu kompetisi saja kelihatannya sulit, apalagi jenjang ISL sudah jelas mulai merangkak dari kasta terendah hingga sampai ke level pertama,” kata Wilhemina.

Lebih lanjut, kata Wilhemina, kalau pun Liga Primer Indonesia mau berlanjut mestinya harus mempertahankan sebanyak 19 klub termasuk PSM Makassar, Persema, dan Persibo Bojonegoro. “PSSI sendiri sudah mengakui LPI sehingga tak perlu lagi mengutak-atik ISL yang kelihatannya sudah berpengalaman mengelola kompetisi kasta tertinggi di Indonesia,” papar Frazier



Hal senada juga dikatakan direktur Akademi Sepakbola Emsyk Jayapura Benny Pepuho yang sangat menyesal dengan pembubaran Cendrawasih Papua FC. “Saya termasuk yang pertama kali melakukan presentasi klub Cendrawasih dan mengijinkan mereka berlatih di Lapangan SSB Emsyk. Tapi, kompetisi hanya berjalan enam bulan dan klub langsung bubar, ibarat bayi yang belum sempat hidup lama langsung mengalami nasib buruk, dibunuh  atau lahir prematur,” papar Pepuho.

Padahal, lanjut Pepuho, pembinaan klub itu butuh proses dan tidak semua pemain di Papua bisa bermain di Persipura, Persiwa dan Persidafon. “Adanya Cendrawasih FC bisa memberikan peluang bermain bagi bakat-bakat pesepakbola muda di Papua,” tutur Pepuho.

Sementara itu, ketua umum Persipura Tommy Benhur Mano sendiri mengatakan Persipura sendiri akan bermain di LPI dengan memberikan syarat kepada PT Liga Primer Indonesia Sportindo (LPIS), antara lain pertama, tim juara Liga Indonesia harus menjadi tuan rumah dan bermain pada laga pembuka. Kedua, berpegang pada hasil kongres kalau klub yang berkompetisi sebanyak 18 klub. Ketiga, pemegang saham klub sebanyak 99 persen dan PSSI sendiri hanya satu persen saja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar