Sabtu, 29 Oktober 2011

Liga Super Indonesia Digelar 1 Desember 2011


Sebanyak 13 klub siap mengikuti Liga Super Indonesia (ISL), yang akan digelar oleh PT Liga Indonesia pada 1 Desember 2011.
Sebelumnya PT. Liga Indonesia menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Hotel Parklane, Jakarta, Kamis (27/10). Rapat ini rencananya dihadiri 13 klub yang menolak ikut serta dalam kompetisi Indonesian Premier League (IPL) yang digelar oleh PSSI.
Ke-13 klub yang akan berpartisipasi adalah Sriwijaya FC, Pelita Jaya, Persija Jakarta versi Ferry Paulus, PSPS Pekanbaru, Persisam Putra Samarinda, Persiba Balikpapan, Persipura Jayapura, Persiwa Wamena, Persidafon Dafonsoro, Mitra Kukar, Persela Lamongan, Deltras Sidoarjo, dan Persib Bandung. Namun, berdasarkan daftar hadir di tempat acara berlangsung, baru 12 klub yang mengonfirmasi kehadiran.
Lima klub yang awalnya juga menolak ikut serta dalam IPL tidak hadir dalam rapat ini, yaitu Persijap Jepara, Persiba Bantul, Arema Malang, Semen Padang, dan Persiraja Banda Aceh. Kelima klub ini akhirnya memang memilih ikut dalam kompetisi IPL yang digelar oleh PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS).
Sementara itu, sebelumnya, PSSI mengancam akan menempuh jalur hukum jika RUPS ini tetap digelar. RUPS ini dinilai telah menyalahi aturan yang ada karena PSSI sudah mencabut status dan kewenangan PT Liga Indonesia dengan surat keputusan tertanggal 22 Agustus 2011.
Sementara itu masih ditempat yang sama, Ketua Umum Persiba Balikpapan, Syahril Tahir dipilih menjadi Presiden Direktur PT. Liga Indonesia dalam Rapat Pemegang Saham (RUPS). Syahril ditunjuk menggantikan Andi Darussalam yang mundur dari jabatannya per Juli 2011 lalu.
“Saya akan mempertanggungjawabkan jabatan ini. Teman-teman jangan sungka-sungkan mengkritik saya apabila di tengah jalan melakukan kesalahan. Saya akan memimpin kejujuran. Saya berharap kompetisi ISL bisa berjalan sesuai dengan amanat Kongres Bali,” tegas Syahril.
Lebih lanjut, Syaril menyatakan Indonesian Super League (ISL) yang akan bergulir pada 1 Desember nanti tetap berada di bawah naungan PSSI. “Ini bukan liga tandingan karena PT Liga Indonesia di bawah naungan PSSI,” ujar Syahril.
Sementara itu, CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, menyatakan pihaknya akan menemui PSSI untuk membeberkan hasil RUPS. “Paling lama hari Senin akan menemui PSSI. Namun sebelumnya, kami akan menyusun draft dalam waktu dekat,” jelas Djoko.
Sebelumnya Andi Darussalam mengatakan, sebagai pemegang hak siar dalam penayangan kompetisi, PT. Liga Indonesia tetap menunjuk stasiun televise ANTV sebagai partner.
Akan tetapi nilai kontrak antara PT. Liga Indonesia dengan ANTV berubah drastis. Bila sebelumnya nilai kontrak sekitar Rp.10 milyar permusim, maka untuk kompetisi tahun ini ANTV siap menyediakan dana sebesar Rp.130 milyar permusim.
“PT. Liga Indonesia dalam menghadapi kompetisi akan tetap berpartner dengan ANTV. Nilai kontrak yang ditawarkanpun cukup fantastis, yaitu Rp.130 milyar permusim”, ujar Andi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar