Jumat, 28 Oktober 2011

'ISL Atau LPI? Sama-sama Keliru'

Pelatih Persib Bandung Drago Mamic mengeluarkan opini terkait potensi bergulirnya dua kompetisi di Indonesia. Hal ini menghadirkan situasi yang tidak enak bagi Persib karena suatu saat harus mengambil sikap dan memilih bermain di bawah PT Liga Prima atau PT Liga Indonesia.

Sikap Persib sampai sekarang masih netral. Namun setelah memimpin sesi latihan tim, Rabu (26/20) di lapangan Brigif, Cimahi pelatih anyar Maung Bandung Drago Mamic mengeluarkan opininya sendiri. "IPL atau ISL? Kedua pilihan itu keliru," kata Mamic di hadapan jurnalis, Rabu (26/10).

"Dalam situasi seperti ini, seharusnya pihak-pihak yang berwenang menjajaki opsi membagi kompetisi menjadi dua wilayah dengan pembagian grup berdasar pada segi geografis," tuturnya.

"Satu grup dihuni 12 tim hingga total jumlah peserta tetap 24. Setelah berkompetisi penuh di setiap wilayah, juara grup langsung bertemu untuk menentukan yang terbaik," katanya lagi

"Tujuh tim teratas dari setiap wilayah otomatis terseleksi untuk mengikuti kompetisi tahun berikutnya dengan format satu wilayah, sementara sisanya berjuang untuk menghindari degradasi," imbuh dia.

Mamic kemudian menegaskan ide yang baru saja dilontarkannya hanyalah pendapat pribadi. "Ini hanya proposal saya saja dan tidak mewakili siapapun,  namun sangat memungkinkan menghadirkan kepuasan bagi semua pihak. Perang politik hingga perang kepentingan klub bisa dihindari," bebernya.

"Jika bisa dieksekusi, sepakbola nasional akan diuntungkan karena pada akhirnya akan memiliki kompetisi yang kompetitif dengan peserta 14 klub terkuat di Indonesia," tambah dia.

Mamic menjelaskan kondisi seperti yang dialami Indonesia pernah terjadi pula di negara lain yang berusaha mengembangkan sepak bola. "Hal seperti ini rentan terjadi pada negara yang sedang berusaha mengembangkan sepakbola," tuturnya.

"Sebagai contoh Slovenia. Pada awalnya mereka mencoba memuaskan semua pihak hingga lahirlah kompetisi dengan jumlah peserta 22 klub. Tetapi lihat sekarang, kompetisi mereka hanya dihuni oleh sepuluh tim," katanya menandaskan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar