Kamis, 27 Oktober 2011

ISL Tetap Lanjut

Kompetisi musim ini bakal diwarnai dua jenis kompetisi. Kompetisi pertama buatan PSSI yang dikelola PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), serta kompetisi tandingan yang dikelola PT Liga Indonesia, pengelola kompetisi musim lalu, yang akan tetap menggulirkan Indonesia Super League (ISL).

Kepastian kompetisi tandingan ini didapat setelah PT Liga Indonesia menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Kamis (27/10) kemarin di Hotel Parklane, Jakarta. Ada sebanyak 13 klub yang hadir dalam RUPS tersebut.
"Kita sudah putuskan semua. 

Kompetisi ISL di bawah PT Liga Indonesia tetap jalan. Ini hasil RPUS kita," kata asisten manajer PSPS Pekanbaru, Boy Sabirin, yang dihubungi lewat telepon selulernya, Kamis (27/10) sore kemarin, usai RUPS berlangsung. Selain Boy, ketua harian PSPS Pekanbaru Jefri Nazir juga ikut dalam acara ini.

Ke-13 klub yang hadir dalam RUPS kemarin adalah PSPS Pekanbaru, Sriwijaya FC, Persija Jakarta (versi Ferry Paulus), Pelita Jaya, Persiba Balikpapan, Persisam Samarinda, Persipura Jayapura, Persiwa Wamena, Persidafon Dafonsoro, Mitra Kukar, Persela Lamongan, Persib Bandung, dan Deltras Sidoarjo.

"Ada 13 klub yang memang hadir. Tapi Arema juga bergabung dengan kita. Jadi ada 14 klub," kata Boy. Dalam kesempatan ini, Boy Sabirin juga membantah pernyataan PSSI yang mengumumkan 18 klub yang bakal ikut kompetisi musim ini di bawah pengelolaan PT LPIS. Ke-18 klub peserta LPI versi PSSI tersebut yakni Persiraja, PSMS Medan, Semen Padang, Persib Bandung, Persija Jakarta, Persijap Jepara, Persiba Bantul, Persibo Bojonegoro, Persebaya, Persema, Arema, PSM Makassar, Bontang FC, Persidafon, Persiwa Wamena, Persipura, Mitra Kukar, dan Sriwijaya FC.
"Itu klaim sepihak PSSI. Persipura, Persiwa Wamena, dan beberapa klub lainnya tetap bersama kita," kata Boy.

Dijelaskannya, dalam RUPS itu juga diputuskan peserta kompetisi ISL musim ini ada sebanyak 18 klub. Kekurangan peserta kompetisi nanti akan diambil dari Divisi Utama nantinya."Target kita 18 klub. Jadi kekurangannya nanti akan kita ambil dari devisi utama. Itu akan diambil berdasarkan ranking," ujar Boy.

Sayangnya, Boy tidak bisa menjelaskan secara detail karena kesibukan tertentu. Bukan hanya itu, pembagian saham PT Liga Indonesia juga sudah diputuskan 99 persen dibagikan kepada klub peserta kompetisi. Jelas ini sesuai keinginan klub-klub, terutama PSPS yang masih dibelit masalah keuangan.
Jadwal pertandingan kompetisi ISL juga sudah tersusun dan segera akan dibagikan ke seluruh peserta nantinya. Kompetisi ala PT Liga Indonesia ini rencananya bakal di gelar mulai 1 Desember nanti.

Langkah kubu 12 ini memang cukup nekat. Sebab PSSI sendiri sudah menyatakan membekukan PT Liga Indonesia. Namun pembekuan itu ditentang klub-klub, karena pembekuan PT LI hanya bisa dilakukan lewat kongres. Meski begitu, PSSI mengancam akan melaporkan RUPS ini baik secara pidana maupun perdata.

Perjalanan kompetisi musim ini pun akan semakin panjang untuk dimulai. Pertikaian antara PSSI  dengan kubu 12 diyakini bakal terus berlanjut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar