Sabtu, 09 Juni 2012

8 Siswa Liga Pendidikan Indonesia Dikirim ke Madrid

Delapan pelajar terbaik hasil penjaringan Liga Pendidikan Indonesia (LPI) dari ribuan sekolah di Indonesia akan dikirim ke Spanyol untuk berlatih sepak bola dan menempuh pendidikan akademis di negeri yang dikenal memiliki klub-klub terbaik di dunia.

"Mereka adalah yang terbaik dari aspek akademis maupun teknis permainan sepak bola. Kami harapkan mereka dapat menjadi atlet-atlet yang bisa mengharumkan nama bangsa," kata Direktur Utama LPI Thoho Cholik Muthohir setelah berpamitan kepada Ketua DPR Marzuki Alie bersama rombongannya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/6).

Delapan siswa tersebut adalah M Dimas Drajat (Gresik), Dwi Candra dan Thomas Kristianda (Semarang), Ronaldo Rorumbula (DIY), Charlie Karonika (Riau), Aldo Cladeo (DKI Jakarta), Muhammad Ilham Fahrisi (Tangerang), dan TM Ichsan dari Aceh.

Mereka sudah melakukan persiapan dan dibina di Semarang selama enam bulan sebelum diberangkatkan.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kedubes Spanyol di Indonesia dan Departemen Pendidikan di Spanyol untuk menempatkan mereka di sekolah-sekolah yang ada di kota Madrid. Mereka akan bersekolah sambil ikut di tim sepak bola Moratalas FC yang berafiliasi atau menjadi basis klub Real Madrid," katanya.

Manajer Proyek LPI Edhy Prasetyo mengatakan dukungan Marzuki Alie adalah bertujuan untuk turut mengangkat pemain nasional menjadi pesepakbola dunia. Gagasan ini, menurutnya, tinggal selangkah lagi sampai bangsa ini berhasil menelurkan pemain kelas dunia.

"Ini kegiatan publik untuk mendorong kelas olahraga di setiap sekolah. Kini LPI menjadi barang rebutan, kami harapkan bisa mencapai cita-cita untuk mendapatkan pemaing-pemain sepakbola dunia," ujarnya.

Menurut dia, LPI adalah liga terbesar di dunia karena dilaksanakan di 296 kabupaten kota yang pada tahun 2010 melibatkan 1948 sekolah dan pada 2011 melibatkan 5.484 sekolah.

"Ke depan targetnya 10 ribu sekolah kita libatkan. Mereka kami saring melalui pemantauan langsung dan rekaman. Awalnya ada 132 anak yang rencananya dikumpulkan, namun kami hanya bisa mendapatkan 99 anak yang kemudian dilatih selama lima minggu. Setelah itu pelatih pun menyusun peringkat mereka dan didapatkan delapan orang ini," katanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar