Jumat, 25 Mei 2012

Syamsir Alam Rela Mati Demi Timnas Indonesia


Pemain Indonesia yang kini merumput di kompetisi Divisi II Liga Belgia bersama RCS Vise, Syamsir Alam, mengaku siap mati demi bisa membela Timnas Indonesia.

Meski begitu, dirinya memberikan catatan khusus, yakni harus mendapatkan izin penuh dari klub yang menaunginya.

Bahkan, striker kelahiran Balingka, Agam, Sumatera Barat, 6 Juli 1992 tersebut mengungkapkan, dia sempat masuk dalam rencana Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk membentuk Timnas.

"Awalnya, saat mengetahui dipanggil untuk memperkuat Timnas, saya sangat senang dan tidak percaya. Sebab, itu adalah cita-cita para pesepakbola. Namun, sebagai pesepakbola profesional, saya harus realistis dengan menghormati player status and transfer. Sebab, di situ diatur hak dan kewajiban klub terhadap pemain serta peran di Timnas," terangnya kepada Bola.net usai menghadiri peluncuran kostum sejumlah negara, di antaranya Brasil, Prancis dan Belanda yang digelar Nike Football di Jakarta, Jumat (25/5).

"Saya tidak berpikir jauh soal konflik dan gonjang-ganjing yang terjadi di sepakbola nasional. Namun, sepengetahuan saya, klub memiliki hak penuh atas pemain yang dikontrak. Karena itu, akan bijaksana jika pemain mematuhinya," tegas pemain yang pernah menimba ilmu di beberapa klub Belanda, seperti Heerenveen dan Vitesse Arnhem tersebut.

Menurutnya, jika klub memberikan izin untuk membela Timnas, tidak hanya tenaga, namun nyawa pun siap dipersembahkan. Itu menunjukkan, semangat dan loyalitas yang dimiliki. Terlebih, lanjutnya, tidak boleh menghitung untung dan rugi saat memakai kostum dengan Garuda tersemat di dada.

"Tidak ada cerita untuk Timnas. Pokoknya, saya pun rela mati untuk meraih martabat bangsa," tegasnya.

Sementara itu, terkait masa depannya di klub yang dimiliki Bakrie Grup tersebut, Syamsir optimis masih terjalin kerjasama yang baik. Pasalnya, ia bertekad membawa klub milik Adika Nuraga Bakrie tersebut promosi ke Divisi I pada musim mendatang.

Selain Syamsir, terdapat pula pesepakbola Indonesia lainnya di klub tersebut, yaitu Yericho Chistiantoko, Alfin Ismail Tusalamony, dan Yandi Munawar. Keempatnya kini tengah berada di Tanah Air untuk menikmati liburan akhir kompetisi sejak tiba pada hari Rabu (16/5) lalu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar